Analisis Polybius, Julius Caesar dan Titus Livius

Standard

Bab I

Pendahuluan

  1.1            Latar Peristiwa Sejarah

Yang dianalisis ada tokoh – tokoh yang hidup pada akhir – akhir abad Sebelum Masehi, yaitu dari abad ke 198 SM hingga 17 M. para tokoh ini adalah para sejarawan yang “profesi” utamanya adalah legislator,negarawan dan pejabat militer. Perannya sebagai pejabat mempengaruhi cara pandang dan gagasan terhadap apa yang ingin mereka tulis. Pemikiran filosofis dan aliran filsafat tentu menjadi “arahan” dalam menuliskan apa yang ingin mereka tulis.

Pada masa itu adalah masa transisi intelektual ketika orang – orang  Yunani – Romawi mulai meninggalkan pikiran dan cara dalam puisi dan mulai menulis dalam bentuk prosa.

muncul tulisan mengenai geografi dan kronologi peristiwa tanpa banyak menggunakan unsur – unsur mitologi, menggunakan sumber – sumber (lisan,tertulis,dokumen) yang teruji dan dapat dipercaya, serta menggunakan bahasa yang minim hiperbolis.

1.2       Kebudayaan Helenistik

Istilah Hellenistik Héllēn, istilah yang dipakai secara tradisional oleh orang Yunani untuk menyebutkan nama etnik mereka. mula-mula dipakai oleh ahli sejarah Jerman, Johann Gustav Droysen merujuk pada penyebaran peradaban Yunani pada bangsa bukan Yunani yang ditaklukkan oleh Aleksander Agung.

Peradaban Hellenistik adalah fusi/gabungan dari peradaban Yunani dengan peradaban Timur Dekat. Pusat kebudayaan utama berkembang dari daratan Yunani ke Pergamon, Rhodes, Antioch dan Aleksandria/Iskandariyah di wiolayah Timur Dekat. Helenistik sendiri akan masuk ke wilayah Roma setelah Romawi menaklukkan Yunani, Helenistik berkembang menjadi Greeko – Roma di wilayah jajahan Romawi.

Bab II

Pembahasan

2.1       Polybius

2.1.1                Masa Hidup

Polybius lahir pada tahun kira-kira 203 SM atau 198 SM di Megalopolis, Arcadia. Ia adalah seorang Yunani yang  berasal dari suku Achaea yang juga ia merupakan seorang keturunan bangsawan. Ayahnya yang seorang bangsawan sekaligus negarawan ikut membuat Polybius dekat dengan kalangan legislatif dan militer. Oleh karena itu, pada saat muda ia telah menjadi anggota liga Achea[1] dan mempunyai peranan penting di dalam liga tersebut. Karir Militer melesat ketika ia menjadi seorang komandan Kavaleri[2] ketika perang Macedonia II melawan Romawi. Pada perang di Pydna tahun 168 M, Yunani yang kalah dalam perperangan melawan Romawi  memaksa Polybius menjadi tahanan dan tawanan oleh pihak Romawi, dia sendiri dibawa ke kota Roma. Oleh pemerintah Romawi ia ditempatkan di rumah Aemilius Paulus, seorang pembesar Roma. Dalam prosesnya ia akrab dengan anak Aemilius Paulus, yaitu Scipio Aemilius, persahabatan dan keakrabannya ini kelak akan mengubah jalan hidupnya di Roma.

2.1.2                Karya yang dihasilkan

Mengapa Romawi mampu menaklukkan dunia?

Mungkin secara imajinatif  bisa sedikit digambarkan mengenai apa yang ada dipikirannya ketika ia mulai menulis karya tulisnya yang berhubungan dengan politik-sejarah-sastra- dan tentu saja Romawi itu sendiri.

Secara kasar bisa digambarkan seorang Polybius adalah seorang Legislator, negarawan dan pejabat militer pengkhianat, dimana ia menuliskan suatu karya yang mengagungkan bangsa dan negara penjajahnya. Karyanya The Histories, mengambarkan hal tersebut. Ia pertama – tama membuat sebuah Hipotesis bahwa Kebijakan politik dan Konstitusi Roma yang menyebabkan daerah – daerah yang diserang Romawi mampu takluk dalam kurun waktu kurang dari 53 tahun.

Seperti yang dituliskan sebelumnya, kedekatan dengan Scipio Aemilius memberikan dampak yang besar kepada dirinya di Roma. Selain, pengalamnnya sebagai seorang Militer di Aechea, Yunani terdahulu, ia juga mulai akrab dengan lingkungan bangsawan dan militer di Roma.  Karena kedekatannya dengan para golongan kelas atas, tidak salah ia dapat merasakan fasilitas sosial kelas atas, dan sempat berpergian ke beberapa tempat seperti di Italia, Prancis, Spanyol dan Kartago. Fasilitas sosial ini juga berimplikasi dengan kemudahannya mengakses berbagai sumber lisan, bahan tulis dan dokumen yang relevan di dalam penulisan The Histories.

Tradisi penulisan Thucydides[3] rupa-rupanya mempengaruhi dirinya di dalam menulis karya tulisnya. Di dalam mencari sumbernya, ia berusaha seakurat mungkin, dan melakukan pengujian sumber  serta penggunaan bukti – bukti yang satu formula dengan yang diajarkaan oleh Thucydides. Teknik Korobasi[4] menjadi teknik yang dia gunakan di dalam menguji sumber dan mendapatkan bukti.

Setiap hubungan apapun akan memiliki akibat yang ditimbulkan, hal ini berlaku pada gagasan dan cara pandang Polybius di dalam karya The Historiesnya. Alih – alih ingin menjelaskan tentang Romawi, pada bab 6 The historiesnya, ia malah mengagunggkan Romawi dengan konstitusinya. Ia menganalisis institusi politik yang ada di Roma dan menyatakan undang – undang yang digunakan Roma yang menyebabkan Romawi menjadi kuat, selain itu konstitusinya yang membuat Romawi lebih berhasil dibandingkan Yunani. Berikut kutipan dari tulisan Polybius :

Rome, foreseeing the dangers presented by such a cycle, did not organize her government according to anyone type, but rather tried to combine all the good features of the best constitutions. All three kinds of government shared in control of the Roman state. Such fairness and propriety was shown in the use of these three types in drawing up the constitution, that it was impossible to say with certainty if the system was aristocratic, democratic, or monarchical. If one looked at the power of the Consuls, the constitution seemed monarchical; if at that of the Senate, it looked aristocratic; and if at the power of the masses, it seemed clearly to be a democracy.

Roman Consuls exercise authority over all public affairs. All other magistrates except the tribunes are under them and bound to obey them, and they introduce embassies to the Senate. they consult the Senate on matters of urgency, they carry out in detail the provisions of its decrees, they summon assemblies, introduce measure, and preside over the execution of popular decrees. In war their power is almost uncontrolled; for they are empowered to make demands on allies, to appoint military tribunes, and to select soldiers. They also have the right of inflicting punishment on anyone under their command, and spending any sum they decide upon from the public funds. If one looks at this part of the administration alone, one may reasonably pronounce the constitution to be a pure monarchy or kingship[5]. . .

2.2       Julius Caesar

2.2.1                Masa Hidup

Sesar adalah suatu jenis operasi yang digunakan di dalam proses kelahiran, dan Caesar adalah orang yang pertama kali mengalami operasi Sesar.

Julius adalah seorang bangsawan golongan Patricia yang kelak akan menjadi seorang yang berpengaruh di dunia, jenderal perang sekaligus politikus Romawi yang berperan dalam transformasi Romawi menjadi kekaisaran. Ia dianggap sebagai pemimpin Romawi terbesar sepanjang sejarah.

Julius Caesar sudah menceburkan diri ke dunia politik sejak usia musa. Berbagai kedudukan penting pernah dipegangnya, karier politiknya begitu cemerlang, Pada tahun 58 SM ketika usianya menginjak 42 tahun ia ditunjuk sebagai gubernur yang menguasai tiga propinsi Cisalpine Gaul; Illyricum; dan Narbanese Gaul[6]. Dia memiliki angkatan perang dengan kekuatan 20.000 tentara yang digunakan untuk menaklukan wilayah Prancis dan Belgia, swiss, Jerman, dan Belanda. Dengan kecerdasan dan keahlian militernya, ia mampu mengalahkan orang-orang Gallik dan memperluas kekuasaan Romawi hingga lembah Sungai Rhine (Jerman). Penaklukan Gaul oleh Caesar memperluas wilayah Roma di Laut Utara, Dan pada 55 SM ia melakukan invansi yang pertama ke Inggris.

Menjelang akhir kehidupan Marius ‘di 86 SM, perselisihan politik mencapai titik puncaknya. Beberapa perselisihan dari faksi Marius terhadap Lucius Cornelius Sulla menyebabkan perang saudara dan akhirnya memunculkan kediktatoran Sulla. Caesar berada di pihak Marius karena hubungan keluarga. Bukan saja karena ia keponakan Marius, dia juga menikah dengan Cornelia Cinnilla, putri bungsu Lucius Cornelius.

Keadaan menjadi lebih buruk pada tahun 85 SM, Ketika ayahnya sakit dan akhirnya meninggal. Marius dan ayah Caesar meninggalkan harta dan kekayaan melimpah bagi Caesar. Sulla kemudian muncul sebagai pemenang dalam perang saudara. Namun Sulla mengampuni Caesar dan keluarganya diperbolehkan tinggal di Roma.

Pada 80 SM, Caesar mendapat tugas militer dalam penaklukan Miletus. ia memainkan peran penting dalam pengepungan Miletus. Selama pertempuran, Caesar menunjukkan keberanian luar biasa. Ia kemudian dianugerahi civica korona, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada seorang yang bukan pimpinan militer. Penghargaan diberikan di depan umum, bahkan di hadapan Senat Roma. Semua dipaksa untuk berdiri dan bertepuk tangan menyambut kehadirannya.

Penaklukan Gaul membuat Caesar tampil sebagai pahlawan bagi Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Mengingat kuatnya posisi Caesar maka komando militernya kemudian di akhiri. Dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi warga biasa. Perintah ini di anggap Caesar sebagai upaya senat dan lawan politiknya memperlemah posisinnya. Akhirnya Caesar memutuskan mengadakan perlawanan terhadap senat hingga pecahlah perang saudara yang berlangsung selama 4 tahun. Perang ini kemudian dimenangkan Caesar.

Penaklukannya ke Gallia memperluas kekuasaan Romawi hingga Samudera Atlantik. Caesar memenangkan perang sipil di Republik Romawi dan memulai reformasi di Masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia memproklamasikan sebagai pemimpin seumur hidup dan menjadi diktaktor dengan pemerintahan terpusat.

Julius Caesar kemudian kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan memproklamasikan diri menjadi diktator seumur hidup. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, musuh dalam selimut senantiasa mengintai dan tetap berupaya menggulingkan Caesar dengan segala cara. Caesar meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi. Aksi pembunuhan terhadapnya menjadi pemicu perang saudara kedua yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki dan putra angkatnya, Kaisar Augustus.

2.2.2                Karya yang dihasilkan

Caesar chronicled his most famous campaign, the subjugation of Gaul in the fifties BC, in his Commentarii de Bello Gallico. This work consists of eight books, seven by Caesar and one by his lieutenant Aulus Hirtius, who speaks with Iulia Pauli in this episode of Forum Romanum. In the interview, Hirtius passes along many of Caesar’s observations on the appearance and customs of the Gauls. Their ferocity, long hair and unusual diet, along with reports that their druid priests engaged in human sacrifice, made them barbarians in the eyes of the Romans – watch for Scirtus Agitator’s contemptous treatment of the Gallic prisoners he encounters in the Forum!

Commentarie atau Kumpulan Komentar adalah karya paling fenomenal dari seorang Julius Caesar. Karya yang mengangkat citra dirinya itu menceritakan tentang usaha penaklukannya ke Gaul. Cara dia menceritakan peristiwa tersebut dari segi deskripsi militer dan narasi cerita, deskripsi mengenai orang – orang Prancis dan jerman di Gaul dan analisis tentang perperangan diakui oleh para ilmuwan dan para ahli modern yang berkaitan dengan tulisannya. Karena sebuah karya “pembelaan dan narsis”, tidak salah kalau isinya lebih banyak mengenai kemenangan-kemenangan pribadinya. Dalam segi sastra, karyanya tidak terlalu hiperbolis. Lengkap sudah ia sebagai pelaku dan penulis sejarah.

2.3       Titus Livius

2.3.1                Masa Hidup

TITUS LIVIUS was born at Patavium, the modern Padua, some time between 61 and 57 B.C. Of his parentage and early life nothing is known. It is easy to surmise that he was well born, from his political bias in favour of the aristocratic party, and from the evident fact of his having received a liberal education; yet the former of these arguments is not at all inconsistent with the opposite supposition, and the latter should lead to no very definite conclusion when we remember that in his days few industries were more profitable than the higher education of slaves for the pampered Roman market. Niebuhr infers, from a sentence quoted by Quintilian, that Livy began life as a teacher of rhetoric. However that may be, it seems certain that he came to Rome about 30 B.C., was introduced to Augustus and won his patronage and favour, and after the death of his great patron and friend retired to the city of his birth, where he died, 17 A.D. It is probable that he had fixed the date of the Emperor’s death as the limit of his history, and that his own decease cut short his task.

Ia lahir di Padua antara tahun 61-57 SM, dan kemungkinan pernah mengikuti wajib militer. Kemungkinan ia lama tinggal di Padua selanjutnya Roma, dan meninggal tahun 17 Masehi.

2.3.2                Karya yang dihasilkan

The History of Rome, Sejarah Roma, adalah karya sejarah yang ia tulis. Ia menghendaki menulis sejarah rakyat Romawi sejak berdirnya. Ia bjuga menggunakan “metode’ Thucydides – Polybius untuk mencari sumber untuk menuliskan kisah yang dimulai 700 tahun sebelum zaman hidupnya. Dalam tulisannya, terlihat ia mengagungkan Romawi sebagai sebuah bangsa yang besar dan bangsa penakluk, baik politik, budaya, ekonomi dan moralitas. Mungkin karena persahabatannya dengan Kaisar Agustus dan atau permintaan dari pihak Kekaisaran menyebabkan tulisannya menjadi karya “sastra-sejarah-patriotik-bermoral”. Keunggulannya bukan pada ketepatan peristiwa tetapi pada keunggulan sastra dan kemampuan intelektual – imajinatif – filosofi dan pandangannya akan perjalanan suatu bangsa besar selama delapan abad.

Bab III

Kesimpulan

  1. Polybius  : The Histories
  • Inkuiri historis : melesatnya Republik Roma
  • Menyaksikan kemunculan kekuasaan Romawi :  mengapa itu bisa terjadi?
  • tulisannya berdasarkan : Ketepatan, objektivitas, dan pragmatis
  • Penelitiannya produktif dan dapat menjawab mengapa Romawi berkembang
  • ada keserasian konstitusi: Demokrasi, aristokrasi, dan monarki
  • kritis, tapi memihak kepada Romawi
  • tajam dalam memilih ilustasi,cerita dan peristiwa yangg penting.
  1. Julius Caesar : Commentaries on the Gallic Wars
  • menekankan objektivitas (tentang dirinya dan yang ia alami), kejelasan, dan ketepatan tinggi
  1. Titus Livy : the History of Rome
  • Karya dalam bentuk prosa atau epik mengenai pertumbuhan Romawi sebagai sebuah empirium dunia
  • Mengagungkan Romawi, menghidupkan kebanggaan nasional, inspirasi dan semangat patriotisme
  • Kurang dapat dianggap sejarawan, karena mengutamakan kebesaran Romawi
  • Ia menggunakan legenda – legenda Romawi

* footnote


[1] Liga ini anggota-anggotanya umumnya berasal dai Peloponessos Utara, wilayah Yunani

[2] Pasukan Berkuda

[3] Salah satunya adalah memfokuskan diri pada topik yang mau diteliti, dengan tidak memasukkan sumber dan cerita yang tidak relevan dan cenderung karya sejarah kontemporer

[4] Pendukungan, suatu data dari suatu sumber sejarah dengan sumber lain, dimana tidak ada hubungan kepentingan diantara sumber-sumber tersebut atau dengan kata lain sumber-sumber itu bersifat merdeka.

[5] Dikutip dari point-point jawaban dari pertanyaan : “Why Romans and Not Greeks

Govern the World” Polybius

[6] bagian utara Itali; daerah pantai Yugoslavia; pantai Perancis

PENJELASAN POINT

Polybius

•Pejabat di Aechea selanjutnya di Roma
•Menulis The Histories, karya yang menjelaskan kenapa Romawi sukses menjadi Imperium
•Metodologi Thucydides
•Isinya menyatakan bahwa undang-undang dan konstitusi Roma yang menyebabkan Romawi maju sebagai imperium dunia
•Pemikirannya terikat pada pandangannya mengenai Romawi sebagai kerajaan dunia
•Cara pandangnya berhubungan dengan lingkungan dimana ia menuliskan tulisannya dan berhubungan erat dengan hubungannya kepada Scipio Aemilius.
Julius Caesar
•Bangsawan di Patricia, pemimpin pasukan dan Kaisar Romawi
•Menulis Commentarie, isinya mengenai keberhasilan dirinya dan jalannya perang pada penaklukkan Gaul
•Narasi dan deskripsi di dalam cerita yang ia tulis bagus
•Ia terikat pada penolakannya kepada sistem Republik Romawi dan kepantasan dirinya menjadi penguasa
•Cara pandangnya ada pada pemikiran filosofi yang dianut di Romawi
Titus Livius
•Ia lahir di Padua antara tahun 61-57 SM, dan kemungkinan pernah mengikuti wajib militer. Kemungkinan ia lama tinggal di Padua selanjutnya Roma, dan meninggal tahun 17 Masehi.
•The History of Rome, Sejarah Roma, adalah karya sejarah yang ia tulis. Ia menghendaki menulis sejarah rakyat Romawi sejak berdirnya.
• Ia juga menggunakan “metode’ Thucydides – Polybius untuk mencari sumber untuk menuliskan kisah yang dimulai 700 tahun sebelum zaman hidupnya.
•Dalam tulisannya, terlihat ia mengagungkan Romawi sebagai sebuah bangsa yang besar dan bangsa penakluk, baik politik, budaya, ekonomi dan moralitas.
•Ia terikat dengan kedekatannya pada kaisar dan keinginan untuk membangkitkan semangat rakyat Romawi
Cara pandang dia terkait erat dengan legenda dan filosofi Romawi

Daftar Pustaka

Daftar Buku

Hart, Michael H.1989. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah (Terj). Jakarta : Pustaka Jaya.

Lubis, Nina Herlina. 2008. Historiografi Barat. Bandung : CV Satya Historika.

Lubis, Nina Herlina. 2008. Metode Sejarah. Bandung : CV Satya Historika

Daftar Sumber

http://www.biografitokohdunia.com/2011/03/biografi-julius-caesar.html

http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-julius-caesar.html

http://biografi-tokohdunia.blogspot.com/2010/05/gaius-julius-caesar.html

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/197101011999031-WAWAN_DARMAWAN/HISTORIOGRAFI_BARAT.pdf

http://www.latw.org/acrobat/julius.pdf

http://www.lessonsnips.com/docs/pdf/juliuscaesar.pdf

http://assets.cambridge.org/97805218/12085/sample/9780521812085ws.pdf

http://www.yorku.ca/inpar/polybius_six.pdf

http://www2.moundsviewschools.org/moundsview/userfiles/sadekv/polybius.pdf

http://history-world.org/livy4.pdf

http://www.artikelbook.com/download/dl/polybius-the-histories-.pdf

http://www.yorku.ca/inpar/polybius_one.pdf

http://www.nle.org/Ch19_CommentariiCaesaris.pdf

http://media.isnet.org/iptek/100/JuliusCaesar.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s