Hari Kasih Sayang : suatu kajian deskriptif

Standard

Memberi coklat entah berwarna merah, coklat, pink, atau bunga mawar merah, bunga mawar putih, bahkan bunga uang, atau pemberian apapun yang menandakan serta menunjukkan wujud cinta seseorang melalui pemberian hadiah merupakan salah satu tradisi yang selalu dilakukan orang dalam perayaan Valentine yang selalu identik dengan tanggal 14 Februari. Namun, apakah peringatan hari perayaan itu sesuai dengan kultur kita? Sebenarnya buat saya pribadi tidak masalah jika kita merayakan suatu perayaan yang identik dengan kasih sayang (walaupun saya sendiri belum pernah merayakan atau menjalankan “ritual” dari perayaan ini, yakni memberikan hadiah).

Apa salahnya jika kita sebagai manusia menetapkan satu hari dimana kita bisa “memperingati” bahwa manusia masih memiliki rasa kasih di dunia ini atau setidaknya ingin menunjukkan bahwa di dunia ini masih ada suatu perjuangan yang namanya KASIH, masakan kita sebagai manusia hanya mengenal dan merayakan misal perayaan Kemerdekaan, Hari Pers, Hari Buruh, atau hari – hari tertentu dalam memperjuangkan identitas tertentu sedangkan salah satu kebutuhan dasar manusia secara universal yaitu Kasih (bukan seperti hari buruh untuk buruh, hari pers untuk pers, dsb) tidak kita rayakan. Tetapi mungkin ada yang menjawab ; kan itu sudah ada dalam perayaan Agama semisal Natal, bukankah kata orang Kristen (dan menurut saya benar) itu menunjukkkan Kasih Allah! Benar, namun kita harus menyadari bahwa walaupun kata sebagian orang Agama itu bersifat Universal namun setiap doktrinasinya hanya untuk orang tertentu saja (itu pasti, mana mungkin orang Kristen merayakan Natal dengan orang Hindu) dan yang kedua perayaan Kasih dalam kegiatan keagamaan hanya menunjukkan peran Kasih dari Tuhan kepada manusia bukan Kasih dari manusia ke Tuhan atau kasih dari manusia ke manusia (walaupun saya mengerti bahwa manusia hanyalah daging bukan Allah yang adalah Kasih), oleh karena saat ini ada perayaan peringatan Hari Kasih Sayang yang bagi sebagian besar orang ada hubungannya dengan unsur keagamaan tertentu, maka banyak yang menolaknya dan salah satunya yang akan kita lihat hari ini.

Tanggal 13 Februari kemarin, saya melihat acara berita di Trans Tv yang menampilkan beberapa pengunjuk rasa yang meminta umat Islam jangan merayakan hari Valentine karena merusak moral dan menciptakan kemaksiatan, begitu juga beberapa mahasiswa HMI yang berunjuk rasa di Sukabumi dan meminta agar Valentine day tidak dirayakan karena tidak sesuai dengan kultur timur, benarkah?? sebelum saya jawab benar, ada baiknya jika kita melihat sedikit sejarah singkat hari Valentine Day. Pada masa kerajaan Romawi yang agama negaranya masih berupa Paganisme, diwajibkan bagi para tentaranya untuk tidak melakukan pernikahan dengan beberapa alasan tertentu dari para penguasanya. St Valentine, tentu berkeberatan dengan kewajiban Romawi tersebut sebab bagi dia dan di dalam ajaran Kristiani yang dianutnya, ia percaya bahwa pernikahan merupakan anugerah Allah yang indah. Oleh karena itu, ia menentang peraturan itu bahkan dikatakan ia pernah menikahkan seorang prajurit. Penguasa yang mengetahui hal tersebut memenjarakan dia (hal ini juga masih terkait dengan masa penganiyayaan umat Kristen mula – mula) dengan kejam, banyak orang yang mendukung perjuangannya termasuk salah satunya adalah salah seorang gadis kecil dengan usahanya memberikan support selalu mengiriminya surat yang berisikan tulisan – tulisan berbau kasih dan valentine (mungkin pengiriman tulisan ini tetap berlangsung hingga ia meninggal tanggal 14 februari?). Karena kepercayaan umat Katholik dulu dalam hal adanya Santo, maka mereka percaya bahwa St Valentine adalah Santo Kasih dan akhirnya menjadikan tanggal 14 Februari dan kebiasaan memberikan surat kasih (yang dimodifikasi menjadi memberikan hadiah) menjadi suatu tradisi terutama di Barat hingga sekarang.

Dengan membaca cerita di atas, mungkin ada yang nyeletuk ; wah ternyata Valentine day adalah hari perayaan Kristen. kalau anda berpikiran seperti itu, anda salah besar dan bodoh. Memang benar Valentine adalah seorang Kristen, namun ia tidak menciptakan perayaan yang kita kenal sekarang dan di dalam ajaran Kristen tidak ada perayaan hari kasih sayang yang kita kenal sekarang walaupun di beberapa Gereja ada yang merayakan hari kasih sayang, namun bukan tanggal 14 Februari. Persoalan yang ada di dalam perayaan hari kasih sayang yang kita kenal sekarang, adalah semangat Kasih itu sendiri, yang sepertinya sudah salah kaprah di mata manusia.

Hari Kasih Sayang yang kita kenal sekarang hanya berkutat pada tatanan cinta romantisme, bukan cinta yang sesungguhnya (Cinta sejati – red). Kenapa kita sebagai manusia, hanya melihat cinta dari sudut pandang cinta antar lawan jenis kita yang menurut saya ini bukan cinta, tetapi hanya nafsu belaka. Kenapa kita tidaka menyadari bahwa ada cinta yang lebih lagi semisal “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu….Kasihilah Sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22 : 36 – 40)” kasih kepada Tuhan dan sesamamu manusia, atau “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Keluaran 20 : 12) Kasih kepada orang tua, tetangga , saudara, pembantu, orang lain, fakir miskin, binatang peliharaan,dll. Jika Valentine Day benar – benar digunakan untuk merayakan jenis – jenis kasih seperti itu, tidaklah mungkin Valentine day akan terasa lebih universal bukan seperti sekarang yang mungkin memang benar jika ada yang membawa Valentine ini sebagai ajang pembuktian Cinta romantisme / nafsu belaka. Dan karena itu benar juga akhirnya Valentine Day adalah salah satu cara untuk melakukan perbuatan maksiat terutama dikalangan remaja (You Know .. Lah).

Di tulisan di atas tadi saya menyebutkan beberapa contoh penolakan adanya Valentine, terutama di kalangan umat Islam. Hal itu bukanlah hal baru, semasa saya SMA pun pernah ada “seminar” yang membahas bahwa umat Islam harus menolak Valentine Day. Kenapa? mungkin ada yang bilang bahwa karena Valentine Day sekarang membawa kemaksiatan terutama di kalangan remaja, itu memang benar tetapi orang ateis pun akan berkata demikian, Jadi Kenapa? Jawabannya hanya satu, yaitu tidak sesuai dengan Aqidah dan Syariah. Ya saya selalu meyakini, jika umat Islam menentang suatu ide baru itu karena satu hal yaitu Syariah. Di dalam Al Quran tidak ada itu Hari Kasih Sayang apalagi Valentine Days, coba anda periksa teliti setiap satu huruf pun di Al Quran, tidak ada embel – embel tentang Kasih atau Valentine Day. Mungkin ada yang berbicara “Kalau begitu sama dong dengan kekristenan, tidak ada Valentine Day atau hari kasih sayang, ya sudah kita bentuk barisan dan perangi saja Valentine Day bareng – bareng dengan umat Islam ! Benar,tapi ada yang salah dan tidak perlu se ekstrim itu, kita tidak perlu mengikuti saudara yang lain. Memang Benar di AlKitab tidak ada Valentine Day, tapi ingat ada Matius 22 : 34 – 40, dan ayat – ayat yang lain, yang mengajarkan bahwa manusia harus memiliki kasih dan saling mengasihi. Tetapi saya tidak mengatakan bahwa penentangan umat Islam akan Valentine Day itu salah, akan tetapi yang salah itu jika umat Islam bilang : Umat Islam tidak boleh merayakan Valentine Day karena itu perayaan umat dan orang Kafir!!! Saya tidak setuju dengan akan hal itu. Saya selalu berpikir dan percaya setiap umat beragama manapun selalu diajarkan bahwa penganut agama lain di luar agama yang dianutnya adalah kafir, tetapi apa mereka mau orang yang beragama di luar kepercayaannya mau kalau dipanggil ; Kafir..Kafir..Kafir.., saya pikir orang yang memanggil itu akan di tampar atau digetok sampai mati. Tetapi kalau alasannya tidak sesuai moral, adat, atau ajaran agama ya itu wajar – wajar saja, karena setiap umat beragama diajarkan untuk menjalankan apa yang diperintahkan dan apa yang tidak diperintahkan oleh agamnya, seperti yang ada di dalam Al Quran ; ….Agamamulah agamamu dan Agamakulah agamaku…(maaf kalau mungkin salah).

Oh ya ngomong – ngomong soal moralistas, adat dan budaya, apakah Valentine day tidak sesuai dengan budaya Timur kita? Untuk permasalahan lain yakni mengenai substansi dari apa itu Budaya Barat dan Timur, mungkin akan dibahas di lain tempat. Tetapi intinya begini, Valentine Day yang memang lahir dan berkembang di dunia barat sampai saat ini banyak juga yang menjalankannya di dunia timur walaupun mungkin kita tahu bahwa tempat di dunia timur yang kita maksud sudah terkena pengaruh dari barat, semisal Jepang, Korea Selatan, Indonesia,dll. Sedangkan di tempat lain yang belum terlalu dekat dengan Barat, seperti Korea Utara, Iran, dll ya mungkin orang disana menganggap bahwa Valentine Day adalah sesuatu yang najis? Tetapi bagi orang yang menganggap bahwa Valentine Day tidak sesuai dengan dirinya, ya bisa saja dimodifikasi walaupun mungkin harus disesuaikan dengan kultur, identitas dan agama tertentu, dan jika ada yang menganggap itu sesuatu yang najis ya bisa saja diciptakan Valentine – Valentine Day’s baru, gampang kan!(Mungkin????).

Akhir kata, saya ingin bilang bahwa saya lebih suka jika Valentine Day nya memakai tanda S, menjadi Valentine Day’S sebab Kasih itu apapun itu tidak hanya sekali, namun selamanya dan saya ingin mengutarakan Bahwa Ada yang akan selalu mencintai dan mengasihi manusia, walaupun ia pendosa sekalipun yaitu TUHAN (Yohanes 2 : 15 – 17).

Selamat mengasihi dan mencintai,…Tuhan Yesus Kristus Memberkati….

Advertisements

One response »

  1. saya setuju sekali dengan pendapat bung fredy,,
    rasa kasih sayang itu bukan hanya untuk kekasih saja tetapi bisa juga dengan keluarga,saudara,dsb.
    memang apa salahnya memberi hadiah pada orang yang kita kasihi?
    walaupun ada orang yang merayakan hari valentine dengan cara-cara maksiat seharusnya yang disalahkan bukan hari valentinenya tapi orang yang melakukannya lagian menurut saya banyak orang yang melakukan maksiat bukan dihari valentine saja.

    *notes
    yang bener Valentine Days, kalo jamak ga perlu pake apostrophe lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s