menulis itu kreatif : sebuah catatan kuliah

Standard

Seorang dosen pernah berkata begini : pembiasaan menulis adalah proses kreatif.! kenapa kreatif? dalam hal ini menulis adalah suatu cara atau metode atau media yang digunakan untuk mengeluarkan ide – ide, curahan hati atau sekedar bercerita dan menyampaikan informasi. manusia telah mengenal tulisan sepanjang peradaban yang dikenal oleh manusia. 4000 tahun SM, peradaban Kuno Mesir telah memperkenalkan huruf nya yang terkenal di dalam tulisan mereka, yang kita kenal sebagai Hieroglyp, bahkan lukisan gua pra sejarah (seperti gua pawon, atau gua-gua manusia pra sejarah lainnya) telah menunjukkan bukti bahwa manusia memang “suka” menulis untuk menyampaikan gagasannya baik secara empirik (sesuai pengalaman) maupun imajinasi belaka.

Bagaimanakah caranya bisa menulis (maksudnya yang baik)? ok, bagaimana kalo kita mulai berpikir untuk apa menulis? banyak alasan untuk menulis, bisa karena ingin dianggap pinta, disuruh, “ga ada kerjaan” atau bahkan uang. tetapi mari mulai menggunakan pendekatan berpikir idealis dan pragmatis. ok, jika berbicara definisi, “Pragmatisme adalah aliran yang mengukur kebenaran suatu ide dengan kegunaan praktis yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia” (http://laodesabaruddin.wordpress.com/2009/01/05/pragmatisme/), sedangkan berpikir idealis adalah “yang saya ambil dari pengertian idealisme :

  1. Adanya suatu teori bahwa alam semesta beserta isinya adalah suatu penjelmaan pikiran.
  2. Untuk menyatakan eksistensi realitas, tergantung pada suatu pikiran dan aktivitas-aktivitas pikiran.
  3. Realitas dijelaskan berkenaan dengan gejala-gejala psikis seperti pikiran-pikiran, diri, roh, ide-ide, pikiran mutlak, dan lain sebagainya dan bukan berkenaan dengan materi.
  4. Seluruh realitas sangat bersifat mental (spiritual, psikis). Materi dalam bentuk fisik tidak ada.
  5. Hanya ada aktivitas berjenis pikiran dan isi pikiran yang ada. dunia eksternal tidak bersifat fisik (http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=8035)

kalau pusing memahami definisi diatas, sederhananya yang dimaksud adalah menulis dengan pemikiran pragmatis maksudnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang memang dirasa rasa nyata, misal menulis untuk mendapatkan uang, ya berarti untuk memenuhi kebutuhan hidup. sedangkan menulis untuk pemikiran idealis maksudnya menulis sebagai media untuk menyalurkan keilmuan, misalnya! Tetapi intinya adalah ide itu harus menarik. Ketika sudah memiliki ide, tinggal tujuan nya, misalnya : pahami tulisan bersifat : perintah, informative, permintaan, mengajak, ungkapan perasaan, ungkapan gagasan, dll.

setelah memahami tujuan menulis, mulai mengetahui jenis – jenis tulisan. jenis tulisan banyak, beberapa yang saya sebutkan seperti essay, resensi, opini, feature, blog, makalah, dan Tugas Akhir, misalnya skripsi. Sudah mengerti? Tinggal sasaran atau segmen pembacanya siapa!

Oh iya saya lupa, ini juga penting, yaitu TOPIK! Topic itu ibarat jiwanya tulisan, tetapi bukan judul (so, jangan salah mengerti y), kalau judul itu sama dengan penegasan topic, so beda kan. Kalau di kasih gambar bentuk nya seperti ini : IDE —– TOPIK —– JUDUL

Nah di dalam menulis itu di dalam penggunaan bahasanya (jika bahasa Indonesia) harus sesuai EYD (dimaksudkan agar pembacanya mengerti), penggunaan tanda baca yang tepat dan struktur serta pola (SPOK).

Di dalam menulis pun tidak ada istilah terlepas dari ruang dan waktu, karena itu tidak terlepas dari apa yang dialami manusia, karena itu pula sumber tulisan puh tidak jauh – jauh dari interaksi manusia seperti : mendengar, melihat, mencium, mengecap dan menyentuh.

Ok yang terakhir adalah mengenai prinsip menulis, yang saya jabarkan beberapa seperti :

  1. Usahakan agar kalimat pendek
  2. Piliha kata sederhana dan tidak kompleks
  3. Pilih kata – kata yang lazim
  4. Hindari kata – kata yang tidak perlu
  5. Beri kekuatan pada kata kerja
  6. Tulis sebagaimana anda berbicara
  7. Adanya wacana, bukan arogansi pribadi di dalam tulisan
  8. Gunakan istilah umum
  9. Hubungkan dengan pengalaman pembaca
  10. Gunakan variasi
  11. Tulisan untuk menyatakan, bukan mempengaruhi
  12. Wacana sendiri mampu dibenturkan dengan wacana orang lain
  13. Menyesuaikan dengan keahlian/posisi diri sendiri
  14. Menyamarkan emosi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s