Menjadi anggota DPD RI yang fleksibel

Standard

Menjadi seorang anggota lembaga legislatif/senator baru di Indonesia tentu menjadi sebuah pekerjaan yang sulit, salah satunya untuk memperkenalkan lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) tersebut kepada publik. Bandingkan dengan lembaga legislatif lain seperti DPR RI yang telah lebih mapan dan dikenal publik terutama melalui skandal-skandal negatif yang mewarnai gambaran DPR, tentu bagi seorang anggota DPD RI wajib hukumnya memperkenalkan citra yang baik kepada publik, dalam istilah lain perlu juga anggota DPD RI melakukan politik pencitraan. Selain itu anggota DPD RI perlu melakukan “klarifikasi” mengenai fungsi, visi dan misi dan peran yang diambil oleh DPD RI dan apa perbedaannya dengan DPRD serta apa mamfaat dan keuntungan yang dirasakan masyarakat daerah dengan hadirnya DPD RI ini.

Dengan begitu jika saya adalah seorang anggota DPD RI saya diharuskan bagaimana cara memperkenalkan lembaga ini secara utuh-komprehensif-holistik kepada masyarakat, bahkan kepada yang paling awam sekalipun, karena orang-orang yang saya wakilkan sebagai anggota DPD adalah masyarakat di daerah yang jauh dari hiruk-pikuk perpolitikan DPR RI di Jakarta. Banyak cara yang dapat saya lakukan, namun terkadang saya disandera oleh cara-cara yang “kuno” untuk memperkenalkan lembaga dan tentunya diri saya, seperti melalui spanduk dan televisi. Perlu dilakukan perubahan dan saya harus menjadi anggota yang fleksibel. Point utama yang digunakan adalah menggunakan teknologi internet dengan media yang dekat kepada masyarakat. Internet-facebook-twitter adalah media dan teknologi yang cepat pertumbuhan dan penggunaannya di Indonesia. Memang selama ini DPD RI telah banyak melakukan terobosan seperti membuat webmail, weblog, fanspage dan hastag/akun di twiiter, namun perlu ada maksimalisasi karena kenyataannya adalah DPD belum dikenal di masyarakat.

Dasarnya media yang digunakan haruslah berdasarkan stimulus terhadap kreatifitas, efektifitas dan efisiensi. Yang pertama harus dilakukan adalah mengubah design website yang digunakan. Design tersebut haruslah bersifat simplicity, menujukkan aura muda namun tetap mudah di  akses. Memperkenalkan website tersebut selain melalui iklan di TV, bisa dengan “mentautkan” link-link terhadap site internet lain seperti Yahoo.co.id, lembaga-lembaga pemerintahan lain baik pusat maupun daerah dan media online lain atau menulis infomasi bahkan menjadi anggota di media sosial seperti Kaskus.com. untuk media jejaring sosial facebook dan microbloging twitter sesuai dengan perkembangan teknologinya yang paling dapat dilakukan adalah bahwa DPD RI harus aktif mem-post dan meng-add baik berupa fanspage maupun friend di Facebook dan di Twiiter harus rajin mem-follow dan men-twitt, jadi konsepnya ialah DPD RI haruslah yang melakukan jemput bola kepada masyarakat, not wait and see but take and gift. Hal tersebut dapat ditambahkan dengan akun DPD RI menjadi fans, friend atau follower di akun-akun milik orang penting, terkenal dan berpengaruh baik nasional maupun internasional seperti Prabowo Subianto, Mark Zulkerberg, Syahrini dan di fanspage NGO (seperti penyedia beasiswa internasional), LSM, lembaga eksekutif-legislatif mahasiswa (BEM-BPM), namun hal tersebut tidak akan berhasil tanpa DPD memiliki tim media online centre sendiri yang ahli, memadai dan mandiri, maka yang pertama kali perlu dibangun adalah tim media internet itu sendiri (bisa dari bagian staf anggota DPD itu sendiri).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s